Cara Mengatur Panel Listrik untuk Gedung Besar yang Cukup Rumit

Saat ini, listrik tentunya merupakan kebutuhan utama di rumah maupun gedung. Seperti gedung perkantoran, hotel, mall, maupun gedung besar lainnya. Hal itu karena kini, hampir semua aktivitas manusia memerlukan kehadiran listrik. Misalnya saja lampu stadion, listrik untuk gedung pernikahan, dan sebagainya.

Namun ternyata, pemasangan instalasi listrik tidaklah mudah karena diperlukan pengaturan arus serta daya listrik dalam sebuah gedung. Untuk itu, perlu adanya panel listrik untuk mengatur masuknya daya.

Dalam pemasangan listrik gedung yang besar, juga diperlukan perubahan tegangan menengah PLN sebesar 20.000 volt untuk dijadikan tegangan rendah. Selain itu, juga diperlukan pendistribusian saluran tegangan menengah untuk dijadikan tegangan rendah pada 3 fase R, S, T, melalui trafo.

Pengaturan Panel Listrik untuk Gedung Besar

Pengaturan Panel Listrik untuk Gedung Besar

Panel listrik untuk gedung besar, biasanya terdiri dari dua macam. Yang pertama yakni panel MV atau medium voltage, yang berarti panel tegangan rendah. Atau yang juga biasa dikenal dengan panel cubicle. Dan untuk panel yang kedua yaitu low voltage atau panel tegangan rendah.

Panel listrik juga memiliki fungsi lainnya, yakni
1. Sebagai pelindung bagi gedung serta insfrastruktur akibat kegagalan dalam mendistribusikan listrik. Dalam fungsinya sebagai pelindung, panel mampu memproteksi alat alat yang mandapat aliran arus listrik sehingga terhindar dari beban panas dan juga mekanikal akibat arus korsleting.
2. Sebagai pelindung komponen akibat terlalu besarnya beban.
3. Memberikan perlindungan pada panas yang berlebih akibat kerja yang terlalu berat, berhentinya rotor, single phasing, dll.
4. Pembatasan bahaya akibat arus berlebih atau korsleting, gagalnya insulasi, pemisahan sirkuit rusak yang diakibatkan kerusakan instalasi panel listrik.
5. Melindungi keselamatan ketika terjadi hal hal tidak diinginkan seperti kebakaran.

Selain fungsi di atas, salah satu alasan dibuatnya panel listrik modern adalah untuk melindungi kontraktor listrik. Caranya dengan penghentian suplai aliran listrik menuju panel. Hal itu biasa dilakukan ketika panel listrik sedang dalam masa pemeliharaan atau sedang dilakukan perbaikan. Karena operator cukup rawan terkena dampak dari arus listrik atau korsleting.

Dalam panel listrik juga disediakan berbagai alat yang digunakan sebagai pengaman. Misalnya circuit breaker, MCB, serta sekering. Circuit breaker berfungsi secara otomatis dalam mematikan listrik akibat korsleting atau arus listrik yang berlebihan. MCB berfungsi menghentikan arus listrik akibat kesalahan sistem kelistrikan. Serta sekering digunakan sebagai perlindungan dari arus berlebih.

Untuk tipe box panel juga berbeda berdasarkan tempat serta perannya. Misalnya wall mounted type atau tipe tembok. Box tipe ini, untuk peletakannya biasa tertempel di tembok dengan ukuran yang cukup kecil. Selain itu, tipe box standing atau tipe berdiri. Tipe ini kerap digunakan pada industri sebagai panel distribusi, serta memiliki ukuran yang cukup besar.

Material untuk box panel, biasanya menggunakan bahan steel atau steinlish, plastik, dan juga berbahan besi. Fungsi ketiga bahan tersebut pastinya juga berbeda. Material yang dibuat dari Steinlish kerap dipakai untuk perusahaan makanan. Karena bahan ini identik dengan higiens dan gampang dalam pembersihannya.

Untuk pemilihan lokasi indoor maupun outdoor, cocok menggunakan material besi ataupun plat besi. Pasalnya, harga besi lumayan murah dan juga tidak gampang berkarat. Sedangkan untuk panel plastik, hanya berisi komponen yang relatif kecil serta hanya untuk kontrol lokal.

Untuk pemasangan panel listrik pada gedung besar, pastinya diperlukan kontraktor listrik yang berpengalaman. Karena menangani kelistrikan gedung besar berbeda jauh dengan listrik rumahan.